Kalimantan Tempo Doeloe
Sejarah lebih 500 tahun Kalimantan terangkum dalam buku ini. Meskipun tidak menceritakan secara runtun, tetapi berkat kepakaran penyusunnya, Victor T. King, sebagai antropolog-sejarawan, buku ini menjadi dokumen vital yang mampu menggambarkan perubahan budaya, sosial, politik, ekonomi di pulau hutan hujan tropis itu.
Dimulai dari kisah Antonio Pigafetta yang menulis pada abad ke-16 dan menjadi gambaran pertama serta terbaik mengenai Kesultanan Brunei, kisah Daniel Beekman tentang Kesultanan Banjarmasin sampai dengan Eric Hansen yang bertualang mengelilingi hutan bersama suku Penan pada 1980-an. Buku ini juga menyajikan eksplorasi wilayah Sungai Mahakam di selatan Kalimantan serta daerah aliran air di timur Kalimantan sampai ke pesisirnya. Termasuk kisah perjalanan mendaki Gunung Kinabalu, beragam suku penghuni asli Kalimantan, seperti suku Dayak Laut, Dayak Ot Danum, Suku Kenyah, lban, Suku Penan dan termasuk mitos “Dayak berekor”.
Sorotan juga diberikan kepada kerajaan-kerajaan besar di Kalimantan, seperti Banjarmasin, Brunei dan Sarawak serta perang antarsuku, perompakan, dan perampasan di pesisir Kalimantan. Terlebih menarik banyak sekali data karakteristik budaya terkait dengan arsitektur dan aneka upacara, mulai dari pengorbanan binatang, pemakaman sampai berbagai perhiasan yang mencolok, seperti tato, manik-manik, hiasan telinga, dan hiasan kepala dari bulu.
Catatan Victor T. King pada setiap kesaksian yang dipilih, bukan saja memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si pemberi kesaksian, memahami konteks zaman ketika kesaksian dibuat, tetapi juga bagaimana menafsirkan ulang dan mencermati secara kritis kesaksian yang diberikan, sehingga pembaca tidak sekadar bernostalgia ke Kalimantan Tempo Doeloe.
RM55.00
Out of stock
Description
Sejarah lebih 500 tahun Kalimantan terangkum dalam buku ini. Meskipun tidak menceritakan secara runtun, tetapi berkat kepakaran penyusunnya, Victor T. King, sebagai antropolog-sejarawan, buku ini menjadi dokumen vital yang mampu menggambarkan perubahan budaya, sosial, politik, ekonomi di pulau hutan hujan tropis itu.
Dimulai dari kisah Antonio Pigafetta yang menulis pada abad ke-16 dan menjadi gambaran pertama serta terbaik mengenai Kesultanan Brunei, kisah Daniel Beekman tentang Kesultanan Banjarmasin sampai dengan Eric Hansen yang bertualang mengelilingi hutan bersama suku Penan pada 1980-an. Buku ini juga menyajikan eksplorasi wilayah Sungai Mahakam di selatan Kalimantan serta daerah aliran air di timur Kalimantan sampai ke pesisirnya. Termasuk kisah perjalanan mendaki Gunung Kinabalu, beragam suku penghuni asli Kalimantan, seperti suku Dayak Laut, Dayak Ot Danum, Suku Kenyah, lban, Suku Penan dan termasuk mitos “Dayak berekor”.
Sorotan juga diberikan kepada kerajaan-kerajaan besar di Kalimantan, seperti Banjarmasin, Brunei dan Sarawak serta perang antarsuku, perompakan, dan perampasan di pesisir Kalimantan. Terlebih menarik banyak sekali data karakteristik budaya terkait dengan arsitektur dan aneka upacara, mulai dari pengorbanan binatang, pemakaman sampai berbagai perhiasan yang mencolok, seperti tato, manik-manik, hiasan telinga, dan hiasan kepala dari bulu.
Catatan Victor T. King pada setiap kesaksian yang dipilih, bukan saja memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si pemberi kesaksian, memahami konteks zaman ketika kesaksian dibuat, tetapi juga bagaimana menafsirkan ulang dan mencermati secara kritis kesaksian yang diberikan, sehingga pembaca tidak sekadar bernostalgia ke Kalimantan Tempo Doeloe.
Publisher: Komunitas bambu
Paperback
2013
ISBN: 9786029402339
Coming Of Age: A Decade Of Essays, 2001-2011
House of Glass
This Earth of Mankind
The Naive and The Sentimental Novelist: Understanding What Happens When We Write and Read Novels
Conversation with Difference: Essays from TEMPO Magazine
Sea Of Poppies
The Calcutta Chromosome
60 Tahun Ekonomi Pasaran Sosial
Akira Kurosawa
Cinema at the Crossroads: Nation and the Subject in East Asian Cinema
Banana Punk Rawk Trails: A Euro-Fool’s Metal Punk Journeys in Malaysia, Borneo and Indonesia
Footsteps
Tao Te Ching
A Strangeness in My Mind
The Chulia in Penang: Patronage and Place-Making around the Kapitan Kling Mosque, 1786–1957
Malchin Testament: Malaysian Poems
Child of All Nations
Dancing The Malaysian
A Sultan in Palermo
50 Years Of Malaysia: Federalism Revisited
The Fiction of Colonial Malaya
Malaysia Human Rights Report 2012: Civil And Political Rights
