Soeharto & Bangkitnya Kapitalisme Indonesia
Meskipun kaya dengan data empiris, sumbangan terpenting buku ini terletak pada penumbuhan pemahaman teoretis mengenai Indonesia zaman Orde Baru. Robison menunjukkan bagaimana kapitalisme berkembang pesat saat Soeharto berkuasa sehingga suatu kelas kapitalis domestik muncul dengan negara sebagai katalisatornya. Ia menjelaskan bagaimana evolusi negara dari zaman kolonial, masa pascakolonial awal serta Orde Baru berhubungan erat dengan pertumbuhan kelas kapitalis itu. Akhirnya, kelas tersebut menjadi penting dalam ekonomi politik Indonesia sehingga setiap pembuatan kebijaksanaan negara di bidang pembangunan harus mempertimbangkan kepentingannya. Bahkan saking perkasa negara pun sudah nyaris dicengkeram dan dikuasai olehnya. Dikotomi penguasa-pengusaha pun jadi tidak relevan sebab keduanya telah menyatu melalui persetubuhan antara modal dan birokrasi negara yang melahirkan keluarga-keluarga politik birokratis serta konglomerat raksasa yang posisinya tidak ditentukan oleh mekanisme pasar yang abstrak, tetapi lewat pertautan dengan suatu sitem patronase amat korup dan tersentralisasi di bawah Soeharto.
Gagasan-gagasan seperti ini disokong dalam buku Robison oleh penelitian empiris yang begitu rinci sehingga sebagai bonus, para pembaca mendapatkan data tentang seluk-beluk rezim Soeharto yang agak sulit didapatkan karena begitu ketatnya sensor terhadap informasi.
RM40.00
Out of stock
Description
Meskipun kaya dengan data empiris, sumbangan terpenting buku ini terletak pada penumbuhan pemahaman teoretis mengenai Indonesia zaman Orde Baru. Robison menunjukkan bagaimana kapitalisme berkembang pesat saat Soeharto berkuasa sehingga suatu kelas kapitalis domestik muncul dengan negara sebagai katalisatornya. Ia menjelaskan bagaimana evolusi negara dari zaman kolonial, masa pascakolonial awal serta Orde Baru berhubungan erat dengan pertumbuhan kelas kapitalis itu. Akhirnya, kelas tersebut menjadi penting dalam ekonomi politik Indonesia sehingga setiap pembuatan kebijaksanaan negara di bidang pembangunan harus mempertimbangkan kepentingannya. Bahkan saking perkasa negara pun sudah nyaris dicengkeram dan dikuasai olehnya. Dikotomi penguasa-pengusaha pun jadi tidak relevan sebab keduanya telah menyatu melalui persetubuhan antara modal dan birokrasi negara yang melahirkan keluarga-keluarga politik birokratis serta konglomerat raksasa yang posisinya tidak ditentukan oleh mekanisme pasar yang abstrak, tetapi lewat pertautan dengan suatu sitem patronase amat korup dan tersentralisasi di bawah Soeharto.
Gagasan-gagasan seperti ini disokong dalam buku Robison oleh penelitian empiris yang begitu rinci sehingga sebagai bonus, para pembaca mendapatkan data tentang seluk-beluk rezim Soeharto yang agak sulit didapatkan karena begitu ketatnya sensor terhadap informasi.
Publisher: Komunitas Bambu
Paperback
2012
ISBN: 9786029402094
Learning to Kneel: Noh, Modernism, and Journeys in Teaching
Footsteps
China: From Mao to Modernity
Lee Joo For Retrospective
The Children Of Dynmouth
Child of All Nations
Sudden Superstar
Sea Of Poppies
Nathan Yang Bijak
The Chulia in Penang: Patronage and Place-Making around the Kapitan Kling Mosque, 1786–1957
60 Tahun Ekonomi Pasaran Sosial
The Elections Bullshit
The Colonel Who Would Not Repent: The Bangladesh War and Its Unquiet Legacy
Blogging And Democratization In Malaysia: A New Civil Society In The Making
Dogs at the Perimeter
This Earth of Mankind
Descending Dragon, Rising Tiger: A History of Vietnam
The A to Z of Malaysia
Dancing The Malaysian
The Farming of Bones
House of Glass
